RSS

Kenapa Bisa Jadi HaKi?

PERINGATAN: TULISAN INI DITUJUKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG PERNAH BERTANYA SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG TENTANG ASAL USUL NAMA HAKI. BAGI YANG TIDAK INGIN TAU, SILAKAN UNTUK MENINGGALKAN CATATAN INI. BAGI YANG SUDAH TAU, INI KISAH SELENGKAPNYA.

TINGKAT KENARSISAN DAN KELEBAYAN DALAM CATATAN INI SANGAT TINGGI. DIANJURKAN TIDAK MEMBACA CATATAN INI BAGI YANG MEMILIKI PENYAKIT SERANGAN LEBAY DAN NARSISTENSI. PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB BILA TERJADI SESUATU SETELAH MEMBACA CATATAN INI.

CERITA INI BUKAN REKAYASA SEPERTI TERMEHEK-MEHEK ATAU REALITY SHOW BERSKENARIO LAINNYA. CERITA INI MENGALIR APA ADANYA MENGIKUTI GEJOLAK DAN IMPIAN MASA KECIL MENUJU REMAJA HINGGA TUMBUHNYA KEMATANGAN KEDEWASAAN.

Mari kita mulai…

Tanpa tedeng aling-aling, saya menghadirkan pernyataan langsung dari saksi kunci yang terlibat dalam proses sejarah tejadinya nama HaKi. Beliau bernama Rika Kartikasari.

Begini cerita versi Rika…

“HaKi???? kepanjangan dari Hajime Kindaichi, kenapa muncul nama ini.

Pertama dimulai dari masuknya 3 anak yang sebelumnya belum saling kenal ke kelas 2E SLTPN 1 Pandeglang, Banten. Anak pertama Cewek (mulai bisa baca umur 4 taun, komik dragon ball) gak penting ya??? Tapi ini penting, karena ini bisa jadi mula-mula banget nama HaKi muncul.

Karena pertama baca anak ini baca komik, dia akhirnya mengoleksi komik. dan hampir tiap hari bawa komik ke sekolah (red: Jangan ditiru). Anak kedua anak cowok yang tau cewek ini selalu bawa komik, jadi ikut pinjem komiknya, nama anak ini LINGGA ROBI PRATAMA. Dan anak ketiga, RUDIANA SUBAKTI, kenal dengan anak cewek yang bernama RIKA KARTIKASARI, lewat Lingga yang selalu meminjam komik Rika. Karena Rika senang CONAN (red: Komik Detektif Conan), otomatis komik yang dibawa selalu detektif. Dan termasuk komik HAJIME KINDAICHI (red: Detektif Kindaichi).

Kemudian suatu hari tercetuslah ide dari Rika, membuat organisasi pecinta detektif (impian bocah) dan disetujui oleh Lingga dan Rudi. Muncullah nama Secret Organization Three Mix (SOTM). Kemudian kami juga membuat nama samaran dengan menggunakan nama dari detektif yang kami suka. RIKA mengidolakan SHINICHI KUDO, dipanggil SHIKU. RUDI mengidolakan HEIJI HATORI, dipanggil HEIHA, dan LINGGA mengidolakan HAJIME KINDAICHI, dipanggil HAKI. Inilah asal mula LINGGA dipanggil dengan nama HAKI.”

Hajime Kindaichi, Shinichi Kudo, Heiji Hatori

Hajime Kindaichi, Shinichi Kudo, Heiji Hatori

Begitulah cerita versi dari ShiKu (Rika), Sebenarnya ada beberapa kontradiksi pada cerita versi di atas dan versi yang tersimpan dalam memori saya, tapi itu tidak menjadi masalah yang besar karena fokus dari tulisan ini adalah sejarah nama HaKi. Mungkin akan ada versi lengkap sejarah SOTM dan tindak-tanduk organisasi ini dalam tulisan lain.

Kisahpun berlanjut ke versi saya…

Cerita indah diatas terputus saat kami bertiga Lulus SMP. Rika dan Rudi masuk ke SMAN 1 Pandeglang sementara saya ke SMAN 6 Pandeglang. Padahal (Suami Bu Dahal) NUAN saya lebih dari cukup untuk masuk ke SMAN 1 Pandeglang. Hanya karena alasan kalo perjalanan ke SMA 1 harus naek mobil 2 kali dan ke SMA 6 cuma jalan kaki karena deket banget dari rumah. Sebuah alasan yang kalo dipikir sekarang cukup aneh dan bikin ketawa sendiri. Tapi saya tidak menyesali pilihan itu, karena jika saya ambil jalan lain, sepertinya tidak akan ada saya yang sekarang.

Rika dan Rudi pun tidak terlalu dekat lagi setelah SMA karena beda kelas dan memiliki kesibukan masing-masing (CMIIW Rika). Apalagi saya yang terpisah di sekolah lain, kami jarang sekali berkomunikasi. Berbeda dengan kedua teman lainnya, jiwa detektif saya masih berkembang dan terus tumbuh memenuhi khayalan serta imajinasinya.

Nama HaKi masih belum disebarluaskan menjadi nama panggilan seorang Lingga Robi Pratama. Sewaktu kelas 3 SMP pun Hanya diketahui anggota SOTM saja. Maklum, kan organisasi rahasia. Nama HaKi akhirnya dipublikasikan pada kelas 2 SMA, karena saya memiliki pemahaman (campuran antara keyakinan dan khayalannya) bahwa seorang Hajime Kindaichi itu adalah murid Kelas 2 SMA, jadi jika ingin mempublikasikan nama HaKi, maka harus dipublikasikan pada waktu yang tepat. Yaitu saat kelas 2 SMA. Ditambah lagi momentum saat itu, saya sedang gemar-gemarnya mengikuti perkembangan acara Indonesian Idol, AFI dan Penghuni Terakhir. Dan satu kemiripan yang jadi perhatian saya adalah NAME TAG-nya.

Ikut-ikut dan iseng-iseng lah bikin name tag. Ini nih desainnya. Cupu abisss… Hihi… 🙂

Tapi anehnya, dulu saya bangga membuat dan memakai ini kemana-mana…

Beuh… Dalem kelas, di lingkungan sekolah, di rumah, saat jalan-jalan pun saya pake name tag itu. Ampun DJ…

HaKi Di Museum Biologi JOGJA

Mulai tenar lah nama HaKi. Temen-temen kelas 2.7 sudah familiar dengan nama itu. Beberapa guru juga tau, satu guru yang juga ikut memanggil dengan nama HaKi adalah Bu Ina, Wali Kelas 2.7 *Shining Star* yang juga Guru Bahasa Inggris favorit saya. Juga ada Dhuhiya Humaeidah yang menambahkan kata Abang dalam memanggil nama HaKi. Jadi banyak juga yang manggil Bang HaKi. Selama beberapa minggu saya menggunakan Name Tag itu sampai dirasa cukup untuk mensosialisasikan nama panggilan seorang Lingga adalah HaKi. Walau tidak seisi sekolah tau, ini permulaan yang cukup baik.

Setelah timbul tenggelam selama kurang lebih satu tahun, karena saya sudah sedikit tidak terlalu keukeuh orang mau panggil saya apa. Nama HaKi tercetus kembali begitu saja sebagai nama udara (On Air) ketika saya ikut-ikutan siaran di Radio Paranti 105,6 FM Pandeglang. Sekitar pertengahan kelas 3, naik lagi deh itu nama HaKi. Temen satu sekolah yang dengerin acara saya dan familiar dengan suara saya disekolah juga pada manggil HaKi. Maklum, setiap upacara bendera yang kebagian petugasnya dari kelas saya, saya selalu didaulat untuk Pidato Bahasa Inggris setelah selesai upacara. Untuk sekelas saya waktu itu, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bisa dikenal oleh banyak orang.

Lulus SMA nih, kuliah deh. Udah lah cukup sampe di sini aja nama HaKi nya. Tapi ternyata eh ternyata. ada yang menyebabkan saya harus kembali mempromosikan nama HaKi lagi. Adalah Lingga Kresna, pertama kenal pas Kuliah Perdana Ilkom 2006. Orangnya kocak, gaul dan gokil. Alasannya agak maksa dikit sih. Siapa tau kita ketuker. Kita satu jurusan, seangkatan pula. Walaupun dari segi fisik kita jauh berbeda, tapi untuk lebih membedakan, disetiap kesempatan saya memperkenalkan diri pada teman-teman barunya di Ilkom khususnya dan teman-teman di Bandung pada umumnya, saya selalu berkata “akan lebih senang jika dipanggil HaKi” atau “panggil aja HaKi.”

Dan berlanjutlah hingga sekarang…

Terima kasih untuk teman-teman, kakak-kakak dan adik-adik yang udah manggil saya, HaKi. Jangan ragu juga untuk manggil Lingga. Toh orangnya itu-itu juga. Pasti nengok kalo dipanggil… 🙂

Yupz sampai sini ada yang ingin ditanyakan? HeHe…

Nama Lingga Robi Pratama adalah nama pemberian orang tua dan tercantum dalam akta kelahiran yang sangat berarti. Yang tidak bisa tidak, pasti akan dituliskan di batu nisan saya kelak. Tapi nama HaKi sampai kapanpun akan tetap di hati. Tsaaaah….

Terima Kasih yang telah menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan ini.

Arigatou… 🙂

(First posted on Thursday, May 7, 2009 at My Facebook’s Note)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: