RSS

Supernova, The Story So Far

24 Jan
Supernova Dee KPBJ Akar Petir Partikel

Supernova Dee KPBJ Akar Petir Partikel

Sekitar bulan April 2012. Petir, serial Supernova pertama yang saya baca, memulai pertemuan saya dengan karya Dee yang menakjubkan ini. Buku yang pertama kali terbit tahun 2004 lalu itu entah kenapa saya pilih menjadi yang pertama saya selami dari 4 serial Supernova lain yang sudah terbit. Padahal saat itu yang masih anget dan happening ya yang paling baru terbit, Partikel. Tapi setelah mengkhatamkan Petir lalu berlanjut ke serial Supernova kedua yang saya baca, episode pertama, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh, saya bersyukur karena cerita Petir itu tergolong ringan dan ga berat-berat amat. Seberat cerita dan topik-topik yang dibahas dalam Kesatria Putri dan Bintang Jatuh. Kalau saya mulai membaca dari episode pertama, Kesatria, Puteri dan Bintang Jatuh terlebih dahulu. Mungkin keburu enek duluan sama Supernova. Entahlah. Namun harus saya akui Dee sangat brilian dalam mengolah kata, meramu cerita dan mengaduk-aduk emosi, rasa. Seorang pembaca pemula seperti saya ini sangat menikmati terseok-seok dalam rimba kata yang ciptakan Dee. Sampai sempat terbersit keinginan untuk melihat cara kerja otak Dee dan ingin tahu bagaimana ia melatihnya sampai bisa secanggih itu.

Tema besar spiritualitas yang dibawa dalam Supernova memang tidak bisa langsung ditelan bulat-bulat dan tidak semua orang bisa menerimanya. Banyak hal kontroversial dalam Supernova yang kalau dijadikan debat pun tak akan ada habisnya. Semua perbedaan dan kontroversi tersebut cukup saya jadikan sebagai sudut pandang lain kehidupan. Dan saya hanya menikmatinya sebagai pembaca. Merasakan sensasi dan larut dalam alurnya. Hiburan sekaligus nutrisi untuk otak.

Kalau boleh saya urutkan, episode Supernova dari yang ter-‘ringan’ sampai yang ter-‘berat’: Petir, Akar, Partikel, KPBJ. Mungkin berbeda dengan versi orang lain. Sesuai dengan kemampuan otak yang sudah tereksplorasi masing masing. Karakter utama dalam setiap episode tentunya sangat berpengaruh besar pada urutan diatas. Secara pribadi saya lebih suka karakter Elektra dan kisah hidupnya dibanding tokoh tokoh lain.

Sedikit review campur spoiler ditambah prediksi cerita episode selanjutnya.Tidak dianjurkan melanjutkan postingan ini jika belum membaca setiap episode dan tidak ingin tahu bocoran ceritanya. Jadi, setelah Diva ‘hilang’, ada tim yang akan menggantikannya mengurus “Taman Kanak Kanak”. Sejauh ini, para kandidat pengganti Diva yang sudah muncul adalah Ferre, Dimas, Reuben dari episode pertama, Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh. Bodhi, dari episode kedua, Akar. Elektra, dari episode ketiga, Petir. Dan Zarah, dari episode keempat, Partikel. Sudah enam orang. Tengok kembali pesan yang diterima Zarah di lembar jurnal terakhir ayahnya. Di situ disebutkan “Tujuh gardu di Bumi mulai terkativasi”, berarti ada satu tokoh utama lain, kandidat pengganti Diva yang akan hadir di episode selanjutnya. Coba ingat-ingat lagi pesan yang diterima Bodhi di salah satu computer Warnet Click 24 Jam. Di situ dituliskan “Salam saya untuk tiga teman kamu.” Lalu dalam ‘pesan’ dari seorang tak dikenal yang diterima Gio ketika ia berada di Bolivia, dikatakan “Mereka sejenis dengan yang hilang. Mereka berempat.” Jadi bisa disimpulkan, empat teman utama yang maksud adalah Bodhi-Akar, Elektra-Petir, Zarah-Partikel, dan satu tokoh utama lagi. Salah satu misi besarnya mungkin adalah mencari Diva, dan kemungkinan yang akan berangkat mencari dan tak kembali itu adalah Bodhi.

Setelah membaca dan menyelami lagi keempat novel serial Supernova KPBJ, Akar, Petir & Partikel, karena kabarnya tahun 2014 ini Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh akan difilmkan, saya  jadi makin penasaran dengan kelanjutan cerita episode Supernova selanjutnya. Kita tunggu saja, semoga Dee dan sesuatu dalam alam abstrak yang ingin menyampaikan pesan dan suaranya itu segera kembali memulai proses kreatif penulisan episode selanjutnya. Dan melahirkan episode kelima dari Supernova, yang pastinya sudah sangat dinanti nanti oleh para penikmatnya, Gelombang.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 24, 2014 in Book, Story

 

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: