RSS

[Analisis Kasus] Kindaichi Special Case “Pembunuhan oleh Inspektur Kenmochi”

20 Jun
Baumkuchen

Baumkuchen

Selasa malam, 11 Juni 2013 lalu. Seperti ada yang menarik kaki saya untuk melangkah ke lantai komik ketika saya bertandang ke Gramedia Merdeka. Intuisi saya tepat, ternyata yang saya tunggu-tunggu hampir setahun akhirnya terbit juga, Kindaichi Special Case “Pembunuhan oleh Inspektur Kenmochi” Part 1. Saya setengah berteriak sambil menunjuk tumpukan komik di rak “Komik Baru” saking excited-nya, sampai-sampai beberapa orang di sekitar melirik lalu memandangi saya dengan tatapan “apaan sih?

Sejurus kemudian. Dengan wajah tanpa dosa, tanpa pikir panjang dan tanpa tedeng aling aling, saya ambil satu buah dan langsung ngacir ke kasir. Tanpa banyak cing cong juga saya lahap habis begitu mendarat dengan selamat di kamar. Sembari tentunya beberapa kali ngaplod foto cover dan cuplikan komik baru itu ke twitter. Tujuannya biar orang lain penasaran aja, sekalian pamer juga sih. 😀

You know what? Jreng Jreng… Walau desain cover-nya kurang kece, tapi ceritanya lumayan rumit dan menegangkan. Inspektur Kenmochi menjadi tersangka utama dalam beberapa percobaan pembunuhan. Semua buktipun mengarah dan menguatkan kecurigaan pada Inspektur Kenmochi. Kemudian… Bersambung ke Part 2 pemirsah… Semacam Kentang, Kena Tanggung. Bikin Penasaran. Tapi di akhir Part 1 ini, Kindaichi sudah mengeluarkan kalimat andalannya, yaitu “Semua misteri telah terbongkar.” (Kalo di komik-komik sebelumnya, kalimat andalan ini biasa diterjemahkan jadi “Semua teka-teki telah terpecahkan”) Yang artinya, di Part 2 nanti tinggal penyelesaian dan penjelasan kasusnya saja.

Seminggu kemudian, tiba-tiba saya ingin membaca kembali komik tersebut. Samar-samar saya sudah menduga siapa pelaku sebenarnya ketika pertama kali khatam minggu lalu, tapi belum tahu trik apa yang digunakan si pelaku. Nah, setelah khatam yang kedua kali ini saya tambah yakin dengan dugaan saya sebelumnya, juga mengetahui trik yang digunakan oleh pelaku sebenarnya. “Pencerahan” itu datang ketika saya coba gugling gambar full color kue yang juga “mencerahkan” Kindaichi, Baumkuchen.

Ya! Sambil mengepalkan tangan kanan, saya dengan spontan mengucapkan kalimat andalan ini, “Semua teka-teki telah terpecahkan”. Harusnya sih biasa aja, tapi entah kenapa, dada saya mengembang bangga.

[CAUTION SPOILER ALERT]

STOP! Yang belum baca komiknya, baca dulu. Mau beli atau pinjem, yang penting baca dulu, gih!

Ini penjelasan kasus versi saya. Ada 3 petunjuk. Pertama, trik jarak jauh pada percobaan pembunuhan Yohei Uozaki. Kedua, ruang tertutup sempurna pada percobaan pembunuhan Riku Busujima. Ketiga, kue Baumkuchen. 😀

Ada trik lihai yang digunakan pada saat pembunuhan Yohei Uozaki, trik yang memungkinkan si pelaku bisa membunuh tanpa harus berada di TKP, si pelaku membunuh dari jarak jauh. Pada malam sebelum kejadian, setelah merekatkan korban dengan semacam lakban ke dasar bathtub. Pelaku lalu membuka keran air. Kemudian mengambil handphone korban, mensetnya jadi vibrate mode dan menyusun penyumbat bathtub sedemikian ruap agar terlepas lalu menutup lubang pembuangan air bathtub ketika handphone bergetar saat ada panggilan masuk. Ini yang menyebabkan handphone korban sempat bisa dihubungi tapi beberapa saat kemudian tak bisa dihubungi lagi. Karena handphone korban sudah jatuh ke bathtub kemudian terendam air setelah tertutupnya lubang pembuangan air bathtub oleh penyumbat berbentuk bola itu.

Yang menjadi penentu kasus ini ada pada percobaan pembunuhan Busujima. Di lantai 5 yang terkunci dari dalam karena terhalang sofa yang ditumpuk rapi di belakang pintu hanya ada 2 orang. Inspektur Kenmochi, tersangka utama yang mengaku hilang ingatan, bersama si korban yang sudah tergantung di lorong, Busujima. Dengan kondisi ruang tertutup yang sempurna itu, dan dengan mengesampingkan Inspektur Kenmochi sebagai pelakunya, maka hanya ada satu jawabannya.

Pelaku sebenarnya yang menyerang Busujima dengan pistol polisi, menenggelamkan Uozaki, membakar Tamaki, mencoba menggantung Busujima di ruang tertutup, serta membuat Inspektur Kenmochi sebagai tersangka utamanya, sang “Eksekutor Hukuman Mati” tak lain tak bukan adalah… Riku Busujima sendiri.

Riku Busujima adalah pelaku sebenarnya. Setelah menelepon polisi dan berpura-pura mulutnya dibekap untuk mengesankan dia diculik si pelaku, Busujima membuat ruangan tertutup sempurna di lantai 5 itu dengan menghalangi pintu menggunakan sofa yang ditumpuk rapi dari dalam. Kemudian menggulung karpet, menyerupai bentuk kue Baumkuchen, yang ada di lorong itu sampai tepat dibawah tali gantung yang telah dia siapkan sebelumnya. Kemudian dia memborgol dirinya sendiri, sambil menunggu pintu didobrak dia berdiri di atas karpet yang sudah digulung itu. Untuk memperhitungkan waktu, mengamankan dirinya sendiri dari trik ekstrim yang berisiko tinggi ini sambil tetap mengesankan kalo ada orang lain yang telah menggantung dirinya. Setelah mendengar pintu didobrak, dia baru memasukan kepalanya ke lubang tali gantung dan menendang pijakan karpet gulung agar kemballi ke bentuk semula.

Tentu saja, dia juga berpura pura diserang pada malam sebelum Yohei Uozaki ditemukan tewas di bathtub hotel. Salah satu tujuannya adalah untuk mengamankan alibinya, tapi tujuan utamanya adalah untuk mengesankan kalau dia adalah target dari si pelaku. Ya! Telepon Busujima pada Uozaki sebenarnya adalah tombol eksekusi, untuk menyumbat lubang pembuangan air di bathtub.

Demikian sedikit analisis kasus ini dari saya. Mengenai bukti, motif, penjelasan detail dan lengkapnya kita tunggu saja di bagian kedua dari kasus ini. Tapi saya menduga kasus ini ada hubungan kematian ibu Busujima karena sakit ketika dia SMP, atau kebangkrutan usaha ayahnya yang berbisnis produksi alat medis. Atau bisa jadi karena balas dendam pada kedua temannya itu karena Busujima dituduh menjadi otak dari kasus penyiksaan siswi SMU 3 tahun lalu. Yah… Kita tunggu saja tanggal terbit Part 2-nya. Saya juga penasaran dengan akhir ceritanya.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2013 in Detective, Story

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: